Hasil Istikhara: Surah An-Nisaa Ayat 128

⚖️ Pilihan Ada di Tanganmu

Sedang. Pertimbangkan semua aspek dengan cermat; jika kondisinya tidak sesuai, sebaiknya tinggalkan.

Untuk Pernikahan

Lakukan penelitian secara menyeluruh, selesaikan semua pembicaraan, dan bersedekahlah; kemudian menikahlah, jika tidak, sebaiknya tunggu.

Untuk Bisnis / Transaksi

Berkonsultasi dengan para ahli dan bersedekah adalah rahasia keberhasilan dalam perkara ini; jika tidak, lebih baik meninggalkannya.
An-Nisaa
ٱلنِّسَاء
Ayah 128
وَإِنِ امْرَأَةٌ خَافَتْ مِن بَعْلِهَا نُشُوزًا أَوْ إِعْرَاضًا فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا أَن يُصْلِحَا بَيْنَهُمَا صُلْحًا ۚ وَالصُّلْحُ خَيْرٌ ۗ وَأُحْضِرَتِ الْأَنفُسُ الشُّحَّ ۚ وَإِن تُحْسِنُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا
Waini imraatun khafat min baAAliha nushoozan aw iAAradan fala junaha AAalayhima an yusliha baynahuma sulhan waalssulhu khayrun waohdirati alanfusu alshshuhha wain tuhsinoo watattaqoo fainna Allaha kana bima taAAmaloona khabeeran
If a wife fears cruelty or desertion on her husband's part, there is no blame on them if they arrange an amicable settlement between themselves; and such settlement is best; even though men's souls are swayed by greed. But if ye do good and practise self-restraint, Allah is well-acquainted with all that ye do.